Daftar Blog Saya

Jumat, 27 Juni 2014



Wawancara Tentang Pengetahuan PEMILU Masyarakat di Car Free Day Dago

Narasumber                : Fahri
Pekerjaan                    : Mahasiswa
Asal                             : Depok
Umur                           : 19 tahun
Alasan/ motif ke CFD :melihat-lihat para pedagang (wisata kuliner) sambil refreshing bersama teman-teman.

Fahri sudah tahu Capres-Cawapres 2014 beserta nomor urutnya. Menurutnya, ia jarang mencari-cari informasi tentang capres-cawapres dengan sengaja, paling ia lihat berita di televisi aja. Soalnya, kalau mencari sendiri sedang banyak black campaign jadi pusing sendiri. Cara ia meyakinkan bahwa pilihannya tepat yaitu dengan slogan pilihlah capres-cawapres yang sesuai dengan visi misi personal pemilih, misal seseorang yang bergerak di bidang bisnis hendaknya ia memilih capres yang bisa mendukung keberlangsungan para businessman.

Fahri sudah tahu tanggal PEMILU dan akan menyempatkan waktu untuk memilih. Seandainya tanggal 9 Juli nanti dia ada di Bandung padahal hak pilihnya ada di Depok, dia akan tetap mengikuti PEMILU di Bandung karena saat ini pemilih bisa memilih di luar daerah tempat tinggalnya dengan mengurus beberapa persyaratan.
Ketika dimintai tanggapan tentang Golput, ia mengatakan bahwa hal itu sangat disayangkan, karena pemerintah sudah menganggarkan sekian banyak dana untuk kebutuhan surat suara, jadi apabila tidak dimanfaatkan akan sia-sia.
Berkaitan dengan kompetensi para Capres-cawapres, Fahri mengatakan bahwa para capres-cawares sudah cukup kompeten. Menurutnya, capres-cawapres tidak terlalu timpang, sebab dua-duanya memiliki kelebihan masing-masing yang bisa diunggulkan.
Mengenai sistem PEMILU,  menurutnya masih belum sesuai dengan asas PEMILU, misalnya masih sering terdengar berita tentang surat suara yang tertukar atau surat suara yang dibeli, dsb. Jadi intinya masih banyak hal berkaitan dengan PEMILU yang harus dibenahi.
Ketika ditanya bagaimana menyikapi saling menjatuhkan antara kedua pasangan capres-cawapres, ia menjawab bahwa pada intinya dalam mengkampanyekan capres-cawapres seharusnya menonjolkan sisi positif masing-masing calon, jadi tidak terkesan saling menjatuhkan.

Mengenai pemilih yang cerdas, menurutnya lingkungan sekitar tempat tinggalnya sebagian besar sudah tercerdaskan. Artinya sudah banyak yang menentukan pilihan berdasarkan kompetensi capres-cawapres apalagi sekarang informasi sudah terbuka lebar. Dan sekarang orang sudah tidak mudah dibodoh-bodohi dan tidak semudah itu untuk membeli hak suara sesorang.

Ketika ditanya tentang penting apa tidaknya kampanye tentang cara menjadi pemilih yang cerdas ia menyatakan penting, tapi ada yang jauh lebih penting dari itu yaitu biarkan warga negara terlibat aktif dulu dalam PEMILU, kalau menjadi pemilih yang cerdas itu masih bisa dikejar karena informasi sudah cukup tersebar luas. Namun keterlibatan warga dalam PEMILU itu dirasa lebih penting, karena akan lebih baik orang yang aktif meskipun tidak cerdas, daripada orang yang cerdas tapi memilih untuk Golput.