Wawancara Tentang Pengetahuan PEMILU Masyarakat di Car Free Day Dago
Narasumber : Fahri
Pekerjaan : Mahasiswa
Asal : Depok
Umur : 19 tahun
Alasan/ motif
ke CFD :melihat-lihat para pedagang
(wisata kuliner) sambil refreshing bersama teman-teman.
Fahri
sudah tahu Capres-Cawapres 2014 beserta nomor urutnya. Menurutnya, ia jarang
mencari-cari informasi tentang capres-cawapres dengan sengaja, paling ia lihat
berita di televisi aja. Soalnya, kalau mencari sendiri sedang banyak black
campaign jadi pusing sendiri. Cara ia meyakinkan bahwa pilihannya tepat yaitu
dengan slogan pilihlah capres-cawapres yang sesuai dengan visi misi personal
pemilih, misal seseorang yang bergerak di bidang bisnis hendaknya ia memilih
capres yang bisa mendukung keberlangsungan para businessman.
Fahri sudah tahu tanggal PEMILU dan akan menyempatkan
waktu untuk memilih. Seandainya tanggal 9 Juli nanti dia ada di Bandung padahal
hak pilihnya ada di Depok, dia akan tetap mengikuti PEMILU di Bandung karena
saat ini pemilih bisa memilih di luar daerah tempat tinggalnya dengan mengurus
beberapa persyaratan.
Ketika
dimintai tanggapan tentang Golput, ia mengatakan bahwa hal itu sangat
disayangkan, karena pemerintah sudah menganggarkan sekian banyak dana untuk
kebutuhan surat suara, jadi apabila tidak dimanfaatkan akan sia-sia.
Berkaitan dengan kompetensi para Capres-cawapres, Fahri
mengatakan bahwa para capres-cawares sudah cukup kompeten. Menurutnya, capres-cawapres
tidak terlalu timpang, sebab dua-duanya memiliki kelebihan masing-masing yang
bisa diunggulkan.
Mengenai sistem PEMILU, menurutnya masih belum sesuai dengan asas
PEMILU, misalnya masih sering terdengar berita tentang surat suara yang
tertukar atau surat suara yang dibeli, dsb. Jadi intinya masih banyak hal
berkaitan dengan PEMILU yang harus dibenahi.
Ketika ditanya bagaimana menyikapi saling menjatuhkan
antara kedua pasangan capres-cawapres, ia menjawab bahwa pada intinya dalam
mengkampanyekan capres-cawapres seharusnya menonjolkan sisi positif
masing-masing calon, jadi tidak terkesan saling menjatuhkan.
Mengenai pemilih yang cerdas, menurutnya lingkungan
sekitar tempat tinggalnya sebagian besar sudah tercerdaskan. Artinya sudah
banyak yang menentukan pilihan berdasarkan kompetensi capres-cawapres apalagi
sekarang informasi sudah terbuka lebar. Dan sekarang orang sudah tidak mudah
dibodoh-bodohi dan tidak semudah itu untuk membeli hak suara sesorang.
Ketika
ditanya tentang penting apa tidaknya kampanye tentang cara menjadi pemilih yang
cerdas ia menyatakan penting, tapi ada yang jauh lebih penting dari itu yaitu
biarkan warga negara terlibat aktif dulu dalam PEMILU, kalau menjadi pemilih
yang cerdas itu masih bisa dikejar karena informasi sudah cukup tersebar luas. Namun
keterlibatan warga dalam PEMILU itu dirasa lebih penting, karena akan lebih
baik orang yang aktif meskipun tidak cerdas, daripada orang yang cerdas tapi
memilih untuk Golput.
